Rabu, 12 Februari 2014

SINABUNGKU MELETUS LAGI

          PENGUNGSI SINABUNG TERUS BERTAMBAH

       

            Gunung Sinabung adalah gunung api di Dataran tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Indonesia. Sinabung bersama Gunung Sibayak di dekatnya merupakan  dua gunung berapi aktif di Provinsi Sumatera Utara dan menjadi puncak tertinggi di provinsi Sumatera Utara. Ketinggian gunung ini 2.460 meter.
Gunung Sinabung tidak pernah tercatat meletus sejak tahun 1600. Namun, gunung ini mendadak aktif kembali dengan meletus pada tahun 2010.
         
           Pada tahun 2013, tepatnya sejak 15 September 2013 dini hari, Gunung Sinabung ini kembali meletus. Kemudian pada sore harinya, gunung ini juga kembali meletus. Pada 17 September 2013, terjadi letusan pada siang dan dore harinya. Letusan ini menimbulkan abu vulkanik dan awan panas. Sebelumnya tidak ada tanda adanya peningkatan aktivitas sehingga penduduk tidak diberi peringatan dini sebelumnya. Hujan abu mencapai kawasan Sibolangit dan Berastagi. Pada saat itu tidak ada korban jiwa, namun ribuan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Karena itu, status Sinabung terus dinaikkan hingga pada tanggal 24 November 2013 statusnya berada di status tertinggi, yaitu level 4 (Awas). Karenanya, penduduk dari 21 desa dan 2 dudun terpaksa harus diungsikan.

           Status level 4 (Awas) ini terus berlangsung hingga tahun 2014.Guguran lava pijar dan semburan awan panas masih terus terjadi sampai tanggal 3 Januari 2014. Sejak tanggal 4 Januari 2014 terjadi rentetan kegempaan, letusan, dan luncuran awan panas terus menerus hingga keesokan harinya. Hal ini memaksa tambhan warga untuk mengungsi sampai berjumlah lebih dari 20.000 orang.

           Setelah sekian lama, akhirnya pada minggu terakhir Januari, pengungsi yang tempat tinggalnya di luar radius bahaya (5 km) diperbolehkan pulang. Namun, sehari kemudian, ditemukan 14 orang tewas dan 3 orang luka-luka terkena luncuran awan panas ketika sedang mendatangi Desa Suka Meriah, Kecamatan Payung, yang berada dalam zona bahaya.

            Tidak hanya itu, pada hari Jum'at, tanggal 7 Februari 2014 diketahui bahwa para pengungsi kekurangan air bersih untuk MCK. Hal itu menyebabkan para pengungsi rentan diserang penyakit. Korban Gunung Sinabung itu hanya dapat jatah Rp 6.000 per harinya. Pada hari Sabtu, tanggal 8 Februari 2014, ribuan warga di sekitar Gunung Sinabung direlokas untuk mengantisipasi beratambahnya korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena Erupsi Gunung Sinabung yang tak kunjung reda merenggut nyawa tersebut.

            Karena erupsi Gunung Sinabung juga, warga dari 15 desa harus tetap mengungsi di tempat yang aman. Pada tanggal 12 Februari 2013, diketahui 4 pengungsi Sinabung melahirkan dan 15 lainnya hamil besar. Walau dalam kondisi lingkungan yang kurang baik, 4 pengungsi yang melahirkan berhasil melahirkan anaknya dengan selamat.

           Sampai pada tanggal 12 Februari 2014, jumlah korban tewas akibat letusan Gunung Sinabung terus bertambah sampai 17 korban jiwa.

          Walaupun Erupsi Sinabung cenderung merugikan, namun para pengungsi tetap mencoba mengambil hikmah dari meletusnya Gunung Sinabung, yaitu dengan mengumpulkan ratusan ribu ton debu vulkanik yang dimuntahkan Sinabung untuk dijual.



         Berikut ini beberapa gambar untuk Erupsi Gunung Sinabung pada tahun 2014 :


[VIDEO] Mengais Rezeki dari Debu Vulkanik Sinabung               



       


     


              



                    


         



               Setelah melihat betapa kesulitannya saudara-saudara kita di Tanah Karo, kita sebagai sesama umat manusia harus turut bersimpati dan berempati dengan mereka yang kesusahan di sana. Simpati dan empati itu bisa kita tunjukkan dengan turut memberi dukungan dan bantuan untuk saudara-saudara kita yang kesulitan di sana.Bantuan yang kita berikan bisa berupa sandang, pangan, maupun uang sesuai dengan kemampuan kita.

9 komentar:

  1. Gambarnya terlalu banyak. Mending kalao hasil foto sendiri.

    BalasHapus
  2. Tulisannya dah bagus... tapi gambarnya terlalu banyak. dan gak efektif ...

    BalasHapus
  3. penulisannnya udah bagus,rapi,tapi gambarnya terlalu banyak :)

    BalasHapus
  4. artikelnya bagus kalau bisa kalimat per kalimat dipersingkat lagi kalau kepanjangan takut dikiranya dongeng, terus yang ngebuka blog ini juga kayanya bakal males baca. kaya aku hehehe... tapi segitu juga bagus. lebih jelas/komplit informasinya.

    BalasHapus
  5. artikelnya bagus, udah kayak gubernur :D .. ahahaha..

    BalasHapus
  6. bagus,gamabarnya lengkap
    Visit ke blog aku ya http://farid-share.96.lt/ comment juga

    BalasHapus